A. Analisa Masalah

  1. Apa masalah yang dihadapi sebelum dilaksanakannya inovasi pelayanan publik ini?
    1. Belum tersedianya air bersih layak konsumsi diseluruh desa diwilayah kecamatan Tarik.
    2. Dari 20 desa di kecamatan Tarik hanya 1 desa yaitu desa Segodo Bancang yang memiliki akses air bersih layak konsumsi dengan jumlah rumah yang yang awalnya hanya 20 rumah yang mengakses menjadi 79 rumah di tahun 2017.

 

B. Pendekatan strategis

  1. Siapa saja yang telah mengusulkan pemecahannya dan bagaimana inovasi pelayanan publik ini telah memecahkan masalah tersebut

Tim Mutu puskesmas tarik dengan mempertimbangkan banyak keluhan dari masyarakat selama ini mereka mengakses air bersih dari sumur bor, sumur gali, untuk keperluan mck (mandi, cuci, kakus). Sementara untuk kebutuhan minum dan memasak mereka membeli air isi ulang, air kemasan yang setiap bulan anggarannya agak memberatkan kemampuan ekonomi masyarakat

  1. Dalam hal apa inovasi pelayanan publik ini kreatif dan inovatif?

Inovasi pelayanan publi saat ini dengan menyediakan air bersih yang layak konsumsi diharapkan meringankan ekonomi masyarakat dalam penyediaan air bersih layak konsumsi.

Diketahui ketersediaan air bersih layak konsumsi Sangatbesar pengaruhnya terhadap kesehatan, sehingga menjamin masyarakat mengkonsumsi air bersih yang aman bagi kesehatan.

 

C. Pelaksanaan dan Penerapan

  1. Bagaimana strategi pelaksanaan inovasi pelayanan publik ini?
    1. Koordinasi dengan pihak desa

Mengajukan usulan ketersediaaan sarana prasarana dalam perencanaan anggaran desa.

  1. Sosialisasi melalui berbagai pertemuan desa (MMD, Pertemuan Kader,dll)
  2. Koordinasi dengan lintas sektor (Kecamatan)
  1. Siapa saja pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelaksanaan?
  1. Kepala Puskesmas Tarik
  2. Penanggung Jawab Program Kesehatan Lingkungan Puskemas Tarik
  3. Bidan Desa
  4. Kepala Desa dan Perangkat Desa
  5. Camat
  1. Sumber daya apa saja yang digunakan untuk inovasi pelayanan publik ini dan bagaimana sumber daya itu dimobilisasi?

 

Sumber daya manusia :

  1. Tim Kecamatan
  2. Tim Puskesmas
  3. Tim Desa
  4. Masyarakat Desa
  5. Karang Taruna

Sumber daya non manusia :

  1. MoU desa dengan pihak pembangunan sarana
  2. buku monev
  3. buku administrasi pembayaran bulanan warga
  1. Apa saja keluaran (output) yang paling berhasil?
  2. ersedianya swadaya air bersih layak konsumsi bagi rakyat (SWEGER) diseluruh rumah
  3. Sistem apa yang diterapkan untuk memantau kemajuan dan mengevaluasi inovasi pelayanan publik ini?
    1. pemantauan air bersih layak konsumsi dengan lab air bersih secara rutin minimal 6 bulan sekali
    2. pemantauan sarana prasarana yang dilakukan 1 kader desa siaga  yang ditunjuk dengan menggunkan buku monev air bersih
  4. Apa saja kendala utama yang dihadapi dan bagaimana kendala tersebut diatasi?

Pembangunan tandon air dan pusat pengeboran yang terletak dibalai desa memungkinkan adanya rumah yang terjauh dari balaidesa tidak terjangkau karena penyaluran air bersih melalui pipa kerumah-rumah.

 

D. Dampak Sebelum dan Sesudah

  1. Apa saja manfaat utama yang dihasilkan inovasi pelayanan publik ini?
    1. Mudahnya akses air bersih layak konsumsi yang memenuhi syarat kesehatan
    2. Akses air bersih layak konsumsi dapat diperoleh dengan biaya terjangkau
  2. Apa bedanya sebelum dan sesudah inovasi pelayanan publik ini dilaksanakan?
    1. Sebelum adanya SWEGER masyarakat menggunakan air kemasan, air isi ulang yang harganya relative mahal, setelah adanya SWEGER biaya yang dikeluarkan untuk akses air bersih dan air minum layak minum lebih mudah dan terjangkau dari segi ekonomi.

D. Keberlanjutan

  1. Apa saja pembelajaran yang dapat dipetik?

Adanya keterlibatan desa dalam penyediaan akses air bersih layak konsumsi bagi rayat

  1. Apakah inovasi pelayanan publik ini berkelanjutan dan direplikasi?
  1. Iya, inovasi ini dilaksanakan berkelanjutan dengan target seluruh rumah diwilayah kecamatan tarik dapat mengakses air bersih layak konsumsi
  2. Kedepan, kami berkoordinasi dengan seluruh kepala desa di seluruh kecamatan Tarik untuk program SWEGER
  3. Saat ini desa Segodo Bancang telah terbangun SWEGER dan telah diakses masyarakat.