A. Analisa Masalah

  1. Apa masalah yang dihadapi sebelum dilaksanakannya inovasi pelayanan publik ini?
    1. Adanya kejadian kematian ibu melahirkan di wilayah kecamatan Tarik setiap tahun
    2. Penyebab kematian sebagian besar karena perdarahan dan kejadian perdarahan setelah melahirkan (Haemorrhagica Post Partum) di wilayah kecamatan Tarik besar.
    3. Perdarahan ibu ketika melahirkan disebabkan karena rendahnya jumlah sel-sel darah merah dalam tubuh ibu hamil yang mengakibatkan ibu menderita anemia. Dan kejadian anemia pada bumil di wilayah Tarik sangat banyak.

       Target tahun 2025

  • Angka Kematian Ibu   : < 100 per 100.000 KH
  • Angka Kematian Neo : 9 per 1.000 KH
  • Angka lahir mati          : 7 per 1.000  KH

Tabel. Perbandingan Sebab Kematian Ibu  Tahun 2015 – 2016 di Kabupaten Sidoarjo

  •  

Nama penyakit

Tahun 2015

Tahun 2016

  1.  

Perdarahan

25 %

31 %

  1.  

Eklampsi/pre eklamsia

43 %

58 %

   

    

      Tabel. Perbandingan Sebab Kematian Ibu  Tahun 2015 – 2016 di Puskesmas Tarik

  •  

Nama penyakit

Tahun 2015

Tahun 2016

  1.  

Perdarahan

0 %

0 %

  1.  

Eklampsi/pre eklamsia

2,76 %

0 %

 

Tabel. Data AKI Kabupaten Sidoarjo (2013  s/d  2016 per 100.000 KH)

  •  

Tahun 2013

Tahun 2014

Tahun 2015

Tahun 2016

  1.  

72,82 %

80,02 %

72,09 %

66,34 %

  1.  

26 orang

28 orang

26 orang

24 orang

 

Tabel. DataAKI Puskesmas Tarik (201s/d  2016 per 100.000 KH)

  •  

Tahun 2013

Tahun 2014

Tahun 2015

Tahun 2016

  1.  

72,82 %

2,76 %

5,52 %

0 %

  1.  

26 orang

1 orang

2 orang

  •  

 

     Tabel. Jumlah Kematian Ibu Menurut Status di Kabupaten Sidoarjo

No.

Status

Tahun 2015

Tahun 2016

1

Nifas

69 %

71 %

2

Bumil

19 %

25 %

3

Bulin

12 %

4 %

 

     Tabel. Jumlah Kematian Ibu Menurut Status di Puskesmas Tarik

No.

Status

Tahun 2015

Tahun 2016

1

Nifas

0 %

0 %

2

Bumil

2,76 %

0 %

3

Bulin

2,76 %

0 %

 

     Tabel. Data Kesakitan Puskesmas Tarik

No

Nama Penyakit

Jan – April 2016

Mei 2016

(pelaksanaan kelas bumil)

Juni – Sept 2016

1

Anemia

65 orang (5,46 %)

13 orang (1,09 %)

41 orang (3,45 %)

2

Haemorrhagica Post Partum

5 orang   (4,39 %)

1 (0,09 %)

3 orang (0,26 %)

3

BBLR

11 orang (0,97 %)

0

10 orang (0,88 %)

4

Bumil KEK

3 orang (0,25 %)

0

2 orang (0,17 %)

5

Ibu meninggal

0

0

0

 

 

B. Pendekatan strategis

  1. Siapa saja yang telah mengusulkan pemecahannya dan bagaimana inovasi pelayanan publik ini telah memecahkan masalah tersebut
    1. Tim mutu puskesmas tarik
    2. Inovasi pelayanan publik berupa Kemilau Cinta berupa pelaksanaan Kelas Ibu Hamil sesuai standar ditambah :

- Pemeriksaan 10 T yang meliputi :

- Timbang BB

- Ukur TB

- Ukur Lingkar Lengan Atas

- Ukur Tekanan Darah

- Ukur Tinggi Fundus Uteri

- Tes Laboratorium

- Beri Tablet tambah darah

- Pemberian Immunisasi TT

- Tatalaksana kasus

- Temu wicara / Konseling

- Berintegrasi dengan kegiatan Rumah Cinta

  1. Dalam hal apa inovasi pelayanan publik ini kreatif dan inovatif?

Dalam hal menambah kegiatan di dalam standar Kelas Ibu Hamil yang konvensional menjadi Kelas Ibu Hamil dengan pemeriksaan 10 T dan mengintegrasikan kegiatan Kelas Ibu Hamil dengan kegiatan rumah cinta, sehingga ibu hamil sekali datang berkunjung ke kelas ibu hamil sekaligus juga berkunjung ke rumah cinta.

 

C. Pelaksanaan dan Penerapan

  1. Bagaimana strategi pelaksanaan inovasi pelayanan publik ini?
  1. Analisa masalah yang terjadi dalam sistem pelaksanaan kelas ibu hamil yang  selama ini dilakukan.
  2. Mengagendakan waktu konsultatif dengan kepala puskesmas
  3. Membicarakan kebutuhan anggaran dengan tim PTP Puskesmas
  4. Melakukan sosialisasi ke seluruh bidan dan perawat di puskesmas serta penanggungjawab program terkait. penggunaan sistem rekam medis baru ke semua pegawai unit layanan puskesmas tarik beserta pustu
  5. Melakukan sosialisasi lintas sektor dalam kegiatan Minilokakarya Tribulanan.
  6. Menjalin koordinasi dengan lintas sektor
  7. Melakukan evaluasi kegiatan dengan mendata sebelum dan sesudah dilaksanakan Kemilau Cinta
  8. Membuat rencana tindak lanjut evaluasi perbaikan.
  1. Siapa saja pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelaksanaan?
  1. Kepala Puskesmas Tarik
  2. Wakil manajemen mutu
  3. Koordinator UKP Puskesmas Tarik
  4. Koordinator UKM Puskesmas Tarik
  1. Sumber daya apa saja yang digunakan untuk inovasi pelayanan publik ini dan bagaimana sumber daya itu dimobilisasi?

Sumber daya manusia :

  1. Sosialisasi ke seluruh tim medis dan paramedis
  2. Berkoordinasi dengan penanggungjawab program :

- Promosi Kesehatan

- KIA

- KB

- Laboratorium

Sumber daya non manusia :

  1. Penyediaan ATK
  1. Apa saja keluaran (output) yang paling berhasil?
  1. Turunnya Angka Kejadian Anemia pada Bumi dari 5,46 % menjadi 3,45 %.
  2. Turunnya Angka Kejadian HPP dari 4,39 % menjadi 0,26 %.
  3. Turunnya Angka Kejadian BBLR dari 0,97 % menjadi 0,88 %.
  4. Turunnya Angka Kejadian Bumil KEK dari 0,25 % menjadi 0,17 %.
  5. Turunnya Angka Kematian Ibu melahirkan dari 5,52 % menjadi 0%.
  6. Tim Mutu Puskesmas dan Koordinator UKP dan UKM lebih mudah melakukan evaluasi dan monitoring.  
  1. Sistem apa yang diterapkan untuk memantau kemajuan dan mengevaluasi inovasi pelayanan publik ini?
    1. Dilakukan evaluasi oleh tim mutu puskesmas melalui inspeksi langsung ke lokasi pelaksanaan Kemilau Cinta.
    2. Evaluasi meliputi pencapaian target kinerja KIA, KB, Promkes dan Laboratorium mengalami kenaikan.
  2. Apa saja kendala utama yang dihadapi dan bagaimana kendala tersebut diatasi?
    1. Keterbatasan ruangan bila Kemilau Cinta dilaksanakan di Puskesmas Induk.
    2. Belum sepenuhnya dukungan pihak desa dalam mensupport kegiatan Kemilau Cinta dari sisi akomodasi.
    3. Keterbatasan tenaga petugas laboratorium yang dimiliki puskesmas Tarik saat yang berjumlah 2 orang dengan menghandle pemeriksaan laboratorium setiap hari di poli rawat jalan, rawat inap, pengambilan sampel darah untuk program Hypothyroid dan sekarang pemeriksaan laborat untuk Kemilau Cinta.

 

D. Dampak Sebelum dan Sesudah

  1. Apa saja manfaat utama yang dihasilkan inovasi pelayanan publik ini?

Turunnya Angka Kematian Ibu melahirkan dari 5,52 % menjadi 0%.

  1. Apa bedanya sebelum dan sesudah inovasi pelayanan publik ini dilaksanakan?

Turunnya Angka Kejadian Anemia pada Bumi dari 5,46 % menjadi 3,45 %.

Turunnya Angka Kejadian HPP dari 4,39 % menjadi 0,26 %.

Turunnya Angka Kejadian BBLR dari 0,97 % menjadi 0,88 %.

Turunnya Angka Kejadian Bumil KEK dari 0,25 % menjadi 0,17 %.

Turunnya Angka Kematian Ibu melahirkan dari 5,52 % menjadi 0%.

Tim Mutu Puskesmas dan Koordinator UKP dan UKM lebih mudah melakukan evaluasi dan monitoring.

 

E. Keberlanjutan

  1. Apa saja pembelajaran yang dapat dipetik?
    1. Ibu hamil lebih safety selama kehamilan dan lebih mantap menghadapi proses persalinan.
    2. Turunnya AKI di wilayah kecamatan Tarik.

 

  1. Apakah inovasi pelayanan publik ini berkelanjutan dan direplikasi?
  1. Iya, inovasi ini dilaksanakan berkelanjutan.
  2. Kedepan, kami akan membuat stiker kunjungan ibu hamil ke kemilau cinta. Sehingga memudahkan pemantauan jumlah kehadiran peserta kemilau cinta. Satu stiker untuk satu kehadiran. Dan memudahkan koordinasi antar desa pelaksana kemilau cinta.
  3. Kami juga akan menambahkan buku saku kemilau cinta untuk merekam kegiatan peserta selama mengikuti kemilau cinta