Analisa Masalah

Apa masalah yang dihadapi sebelum dilaksanakannya inovasi pelayanan publik ini?

Karyawati Puskesmas Tarik yang berkeinginan untuk memberikan ASI sampai usia 2 tahun dan pengunjung puskesmas yang membawa anak masih menyusu ASI membutuhkan ruang khusus, tertutup dan nyaman untuk menyusui, memompa ASI bahkan menyimpan stok ASIP (ASI Perah) sebelum dibawa pulang.
Jumlah ibu hamil yang akan melahirkan maupun ibu yang sedang menyusui di wilayah Puskesmas Tarik mencapai 100-106 perbulan, termasuk karyawati Puskesmas. Sedangkan dengan jumlah bidan 20 orang dan konselor menyusui 3 orang masih belum bisa memberikan edukasi, konseling maupun memantau secara intensif merata tentang proses menyusui ASI kepada semua ibu tersebut. Apalagi ibu yang baru melahirkan maupun yang sedang menyusui seringkali belum terlalu memahami serta mengalami kesulian tentang cara menyusui yang baik dan benar sehingga belum berhasil memberikan ASI secara optimal. Ditunjang kesadaran ibu bersalin untuk melaksanakan IMD yang dilanjutkan memberikan ASI sampai usia 2 tahun masih rendah.
Petugas KIA dan konselor menyusui memerlukan dukungan dari masyarakat terlatih untuk memberikan edukasi maupun memecahkan permasalahan menyusui ASI bagi ibu yang mengalami kesulitan.

 

Pendekatan strategis

Siapa saja yang telah mengusulkan pemecahannya dan bagaimana inovasi pelayanan publik ini telah memecahkan masalah tersebut

Yang mengusulkan pemecahan masalah adalah tim mutu puskesmas, petugas KIA, konselor menyusui dan FMPP.
Untuk mendukung pemberian ASI bagi seluruh bayi di wilayah Kecamatan Tarik, RUMAH CINTA Puskesmas Tarik ini memberikan inovasi pelayanan kepada masyarakat yang disebut “ CHAT ME “, yaitu CURHAT MENYUSUI bagi ibu menyusui yang mengalami kendala maupun ibu hamil yang akan bersiap memberikan ASI kepada bayinya. Pelayanan “CHAT ME” dilakukan di dalam gedung dan di luar gedung puskesmas. Yang di dalam gedung dilaksanakan di RUMAH CINTA oleh petugas KIA dan para konselor menyusui. Sedangkan yang di luar gedung dilaksanakan di masyarakat oleh masyarakat yaitu memberdayakan masyarakat desa yang sudah terlatih, disebut kader CHAT ME sebagai motivator ASI

Dalam hal apa inovasi pelayanan publik ini kreatif dan inovatif?

Pelayanan “CHAT ME (Curhat Menyusui)” ini sebagai inovasi pelayanan publik RUMAH CINTA Puskesmas Tarik yang kreatif dan inovatif untuk mendukung pemberian ASI bagi seluruh bayi di wilayah Kecamatan Tarik, karena dilaksanakan di wilayah pedesaan (7 desa) dan memberdayakan masyarakat desa itu sendiri, yaitu kader CHAT ME. Kader CHAT ME melakukan kunjungan rumah 1 kali per minggu kepada keluarga yang menjadi kliennya. Pelayanan CHAT ME ini juga bisa dilaksanakan oleh seluruh bidan maupun konselor menyusui puskesmas yang dilaksanakan di dalam RUMAH CINTA.

Pelayanan “CHAT ME (Curhat Menyusui)” yang bisa dilakukan oleh Konselor Menyusui dan Kader CHAT ME adalah konseling tentang :

Manfaat ASI
Keuntungan menyusui
Cara menyusui yang benar
Persiapan menyusui pada ibu hamil
Mengatasi keluhan selama menyusui (ASI tidak keluar, puting tenggelam, posisi perlekatan pada bayi, bayi bingung puting, puting lecet, dsb)
Pemberian ASI untuk ibu bekerja
Pengenalan tentang ASI perah
Mempelajari cara menyimpan ASI perah (ASIP)
Mempelajari cara meningkatkan produksi ASI

Lokasi RUMAH CINTA pun berdekatan dengan pojok ramah anak WARNA CERIA. Sehingga memudahkan bagi ibu untuk mengawasi putra putri lainnnya yang sedang bermain di pojok ramah anak.

 

Pelaksanaan dan Penerapan

Bagaimana strategi pelaksanaan inovasi pelayanan publik ini?

Awal tahun 2016

Pertemuan lintas program
Memaparkan persoalan
Memberdayakan masyarakat untuk mengikuti pelatihan PMBA
Menambah jumlah konselor menyusui yang terlatih
Diskusi, merencanakan permasalahan tersebut
Memutuskan pemecahan masalah yang akan dilaksanakan
Sosialisasi kepada masyarakat dunjung puskesmas

Tanggal 21 April 2016 Membuat Tim pengelola pojok laktasi dan jadwal jaga
Tanggal 1 September 2016 adalah launching dimulainya pelaksanaan layanan inovasi CHAT ME. Melibatkan peran serta masyarakat yang sudah terlatih dan bersertifikat dan selanjutnya disebut Kader CHAT ME
Membuat pencatatan dan dokumentasi kegiatan di pojok laktasi RUMAH CINTA
Adanya kegiatan monitoring dan evaluasi pojok laktasi dari TP PKK Kab. Sidoarjo dan instansi terkait. Dan mendapatkan penghargaan Nominasi I sebagai Ruang Laktasi Puskesmas Terbaik tingkat Kabupaten Sidoarjo

Siapa saja pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelaksanaan?

Kepala Puskesmas Tarik
Tim mutu puskesmas
Tim pengelola RUMAH CINTA, konselor menyusui dan kader CHAT ME

Sumber daya apa saja yang digunakan untuk inovasi pelayanan publik ini dan bagaimana sumber daya itu dimobilisasi?

Sumber daya manusia :

Melibatkan peran serta atau memberdayakan masyarakat desa. Sementara ini masih ada 8 kader CHAT ME di 7 desa yang ada di wilayah Tarik. Yaitu desa Gempol Klutuk, Mlirip Rowo, Janti, Tarik, Kramat Temenggung, Kalimati dan Kendal Sewu
Melibatkan petugas puskesmas meskipun bukan bidan
Semua sumber daya manusia ini dimobilisasi dengan mengikutkan pelatihan PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak) dan pelatihan konselor menyusui bagi petugas kesehatan
Menggerakkan seluruh bidan untuk melaksanakan IMD dan edukasi tentang cara menyusui yang baik dan benar kepada ibu baru
Mobilisasi menggunakan dana operasional puskesmas

Sumber daya non manusia dalam RUMAH CINTA sudah disesuaikan dengan standar dalam Permenkes No. 15 tahun 2013 tentang Tata Cara Penyediaan Fasilitas Khusus Menyusui dan/ atau Memerah Air Susu Ibu, yaitu:

Kulkas ASI untuk menyimpan ASIP
Bed dan sofa untuk tempat menyusui
Televisi sebagai media pemberian edukasi dan pemberian relaksasi menyusui/ memerah ASI dengan memutar musik berirama lembut.
Peralatan pompa ASI dan sterilisator.
AC sebagai penyejuk ruangan untuk menambah kenyamanan menyusui, memerah ASI dan konseling
Meja konseling dan konseling KIT
Album foto, buku kunjungan dan konseling serta dan jadwal jaga
Wastafel dan kamar mandi

Apa saja keluaran (output) yang paling berhasil?

Semakin banyak karyawati puskesmas yang memberikan ASI sampai usia 2 tahun, karena sudah mengetahui cara menyusui maupun memerah ASI dan sudah bisa memerah serta menyimpan ASIP di kantor sebelum dibawa pulang.
Pengunjung puskesmas yang masih menyusui bisa terfasilitasi dengan baik saat menunggu antrian rawat jalan.
Semakin banyak capaian ibu menyusui atau ibu hamil yang akan bersalin dalam mendapatkan edukasi dan konseling tentang cara menyusui yang baik dan benar
Semakin mudahnya petugas KIA, konselor menyusui dan kader CHAT ME dalam memberikan edukasi dan konseling tentang cara menyusui yang baik dan benar

Sistem apa yang diterapkan untuk memantau kemajuan dan mengevaluasi inovasi pelayanan publik ini?

Pemantauan buku kunjungan dan konseling setiap 6 bulan, baik yang dilakukan petugas puskesmas maupun yang dilakukan kader CHAT ME
Mendokumentasikan pengunjung pojok laktasi dan masyarakat yang menjadi klien kegiatan CHAT ME
Adanya monitoring dan evaluasi dari TP PKK Kab Sidoarjo dan instansi terkait

Apa saja kendala utama yang dihadapi dan bagaimana kendala tersebut diatasi?

Kader CHAT ME kadangkala merasa ilmu dan pengetahuannya masih kurang sehingga ada beberapa permasalahan dari klien yang belum bisa terselesaikan. Maka untuk mengatasi kendala tersebut, klien/ masyarakat dirujuk kepada bidan desa atau konselor ASI yang ada di puskesmas untuk dibantu mendapatkan penyelesaian. Serta diadakan pertemuan rutin setiap 6 bulan untuk sharing dan transfer ilmu antara konselor puskesmas dan kader CHAT ME
Keinginan klien untuk memberikan ASI kadangkala tidak mendapat dukungan dari keluarga. Sehingga hal ini diatasi dengan melibatkan keluarga (suami, orang tua atau saudara klien) pada saat pemberian konseling oleh di puskesmas oleh konselor menyusui dan oleh kader CHAT ME saat kunjungan rumah

 

Dampak Sebelum dan Sesudah

Apa saja manfaat utama yang dihasilkan inovasi pelayanan publik ini?

Jumlah karyawati yang bisa memberikan ASI sampai usia 2 tahun semakin bertambah
Pengunjung yang membawa bayi merasa nyaman untuk menyusui saat menunggu antrian rawat jalan
Mudahnya akses konseling menyusui yang baik dan benar bagi ibu hamil dan ibu menyusui. Baik yang mempunyai permasalahan maupun yang tidak mempunyai permasalahan. Sehingga semakin banyak ibu yang berhasil memberikan ASI sampai 2 tahun.

Apa bedanya sebelum dan sesudah inovasi pelayanan publik ini dilaksanakan?

Dulu karyawati yang ingin memerah ASI saat jam kerja harus mencari-cari ruang yang kosong dan nyaman
Karyawati dan masyarakat yang ingin berhasil menyusui tidak malu dan sulit lagi dalam bertanya dan mendapatkan bantuan untuk menyelesaikan segala persolan dalam menyusui

 

Keberlanjutan

Apa saja pembelajaran yang dapat dipetik?

Permasalahan dalam memberikan ASI bagi anggota masyarakat desa bisa dibantu penyelesaiannya oleh masyarakat desa itu sendiri yang sudah terlatih
Kedepan, sosialisasi kepada pengunjung yang masih menyusui harus lebih ditingkatkan untuk memperbanyak masyarakat yang ingin memanfaatkan RUMAH CINTA dan pelayanan CHAT ME

Apakah inovasi pelayanan publik ini berkelanjutan dan direplikasi?

Iya, inovasi ini dilaksanakan berkelanjutan dan bisa direplikasi dengan target seluruh desa yang ada di wilayah Tarik bisa mempunyai kader CHAT ME.
Kedepannya, ruang/ pojok laktasi bisa diadakan oleh semua tempat pelayanan publik di wilayah Kecamatan Tarik seperti : Kantor Kecamatan, polsek, KUA, stasiun, dll.
Kedepannya untuk untuk memantau kemajuan dan mengevaluasi inovasi pelayanan publik CHAT ME ini, kami perlu memberikan check list kepada klien. Supaya kami bisa lebih detail memantau perkembangan klien sebelum dan sesudah mendapatkan konseling, baik yang dilakukan oleh petugas puskesmas maupun kader CHAT ME.

 

 

 

 

 

Lampiran 1

 

DAFTAR KADER CHAT ME

 

Nama        : RETNA HENDRAWATI

Umur        : 23 Maret 1980

Alamat     : Desa Kalimati RT 8/ RW 02 Tarik

No. HP     : 085749944510

Nama        : SATUPAH

Umur        : 28 Juli 1973

Alamat     : Desa Janti RT 10/ RW 02 Tarik

No. HP     : 085731990450

Nama        : SENIYAH

Umur        : 22 Nopember 1971

Alamat     : Desa Janti RT 9/ RW 02 Tarik

No. HP     : 08814303598

Nama        : WAHYU PURNAWATI

Umur        : 16 Mei 1980

Alamat     : Desa Kendal Sewu RT 02/ RW 01 Tarik

No. HP     : 085646021808

Nama        : SUBINANTI

Umur        : 1 Oktober 1961

Alamat     : Desa Mliriprowo RT 05/ RW 02 Tarik

No. HP     : 085853273001 dan 08814350749

Nama        : Hj. PIANI

Umur        : 28 Nopember 1954

Alamat     : Desa Tarik RT 13/ RW 03 Tarik

No. HP     : 085646906491

Nama        : MIFTAHUL JANATIN

Umur        : 10 Maret 1978

Alamat     : Desa Gempol Klutuk RT 06/ RW 03 Tarik

No. HP     : 085815612526

Nama        : TRI SUHARWATI

Umur        : 2 Juni 1983

Alamat     : Desa Kramat Tumenggung RT 6/ RW 03 Tarik

No. HP     : 08813844634

 

 

 

 

Lampiran 2

JADWAL SHARING ILMU KADER CHAT ME

DAN KONSELOR MENYUSUI

 

No.

Jadwal

Tempat

Peserta

1

Minggu 4 Desember 2016

RUMAH CINTA

8 kader CHAT ME

2 Konselor Menyusui

1 Petugas Gizi

7 Bidan Desa

2

Minggu 3 Juni 2017

RUMAH CINTA

8 kader CHAT ME

2 Konselor Menyusui

1 Petugas Gizi

7 Bidan Desa

3

Minggu 4 Desember 2017

RUMAH CINTA

8 kader CHAT ME

2 Konselor Menyusui

1 Petugas Gizi

7 Bidan Desa

 

 

 

Kepala Puskesmas Tarik

 

 

 

dr. Hinu Tri Sulistijorini, Ririn

NIP.19681219 200003 2 005

 

Lampiran 3

FOTO-FOTO PELAYANAN CHAT ME

PENERIMAAN PENGHARGAAN NOMINASI I RUANG LAKTASI TERBAIK TINGKAT KABUPATEN

KONSELOR ASI PUSKESMAS TARIK

KONSELING CHAT ME DI PUSKESMAS

KUNJUNGAN KADER CHAT ME DI DESA MLIRIP ROWO

KUNJUNGAN KADER CHAT ME DI DESA KALIMATI

KUNJUNGAN KADER CHAT ME DI DESA JANTI

KUNJUNGAN CHAT ME DESA TARIK

KUNJUNGAN CHAT ME DESA KRAMAT TEMENGGUNG

KONSELING CHAT ME DI PUSKESMAS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KONSELOR ASI PUSKESMAS TARIK

 

KONSELING CHAT ME DI PUSKESMAS TARIK