A.Analisis Masalah

  1. Apa masalah yang dihadapi sebelum dilaksanakannya inovasi pelayanan publik ini?
  1. Peran serta masyarakat dalam program imunisasi di posyandu masih kurang, selama ini petugas kesehatan yang aktif untuk mendorong masyarakat yang mempunyai balita untuk ikut imunisasi di posyandu.

 

B.Pendekatan Strategis

  1. Siapa saja yang telah mengusulkan pemecahannya dan bagaimana inovasi pelayanan publik ini telah memecahkan masalah tersebut?
  1. Tim Mutu melakukan pertemuan untuk mencari solusi memecahkan masalah dengan mengeluarkan inovasi “HAI CINTA” HAllo Imunisasi CermINan Peduli Balita Di Tarik.
  1. Dalam hal apa inovasi pelayanan publik ini kreatif dan inovatif?
  1. Inovasi “HAI CINTA” melibatkan pemberdayaan masyarakat untuk lebih aktif menggerakkan ibu balita ikut imunisasi di posyandu sehingga balita dapat terimunisasi dan cakupan program imunisasi sesuai target yang ditentukan.

 

C.Pelaksanaan dan Penerapan

  1. Bagaimana strategi pelaksanaan inovasi pelayanan publik ini?
  1. Strategi pelaksanaan inovasi “HAI CINTA” melibatkan 1 kader dalam 1 posyandu dengan melakukan telpon ke ibu balita sebelum pelaksanaan posyandu untuk ikut imunisasi ke posyandu sesuai jadwal yang sudah ada.
  1. Siapa saja pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelaksanaan?
  1. Pemangku yang terlibat dalam inovasi “HAI CINTA” adalah Kepala Puskesmas, Penanggung Jawab Program Imunisasi, bidan desa, kader “ HAI CINTA”
  1. Sumber daya apa saja yang digunakan untuk inovasi pelayanan publik ini dan bagaimana sumber daya itu dimobilisasi?
  1. Sumber Daya Manusia : Penanggung Jawab Program Imunisasi, bidan desa dan kader.
  2. Sumber Daya Non Manusia : Handphone, buku monitoring, ketersediaan pulsa.
  1. Apa saja keluaran (output) yang paling berhasil?
  1. Adanya peningkatan kesadaran dari masyarakat untuk datang ke posyandu mengikuti program imunisasi.
  1. Sistem apa yang diterapkan untuk memantau kemajuan dan mengevaluasi inovasi pelayanan publik ini?
  1. Sistem yang dilakukan untuk memantau kemajuan dan mengevaluasi adanya Buku Saku “HAI CINTA”
  1. Apa saja kendala utama yang dihadapi dan bagaimana kendala tersebut diatasi?

 

  1. Kendala yang dihadapi yaitu ketersediaan pulsa telpon, dapat diatasi dengan dukungan dari pihak puskesmas untuk membeli pulsa.

 

D.Dampak Sebelum dan Sesudah

  1. Apa saja manfaat utama yang dihasilkan inovasi pelayanan publik ini?
  1. Manfaat utama semua balita mendapatkan imunisasi dasar lengkap dan imunisasi lanjutan.
  1. Apa bedanya sebelum dan sesudah inovasi pelayanan publik ini dilaksanakan?
  1. Sebelum inovasi : petugas kesehatan di desa lebih aktif
  2. Sesudah inovasi : peran serta masyarakat lebih aktif

 

E.Keberlanjutan

  1. Apa saja pembelajaran yang dapat dipetik?
  1. Pembelajaran yang dapat dipetik adalah peran serta masyarakat yang aktif dalam menggerakkan ibu balita untuk imunisasi di posyandu sehingga cakupan imunisais dapat tercapai sesuai target yang ditentukan.
  1. Apakah inovasi pelayanan publik ini berkelanjutan dan direplikasi?
  1. Inovasi ini akan berkelanjutan dan diharapkan ke depan ada peran serta dari pihak kepala desa beserta jajarannya untuk diusulkan dalam perencanaan kegiatan desa sehingga kontribusi puuskesmas untuk pengadaan pulsa bisa dialihkan ke desa dan jumlah kader per pos yang semula 1 orang bisa ditingkatkan menjadi 2 atau 3 per pos dengan biaya desa.

 

 

DAFTAR KADER HAI CINTA

 

  1. DESA KEDUNGBOCOK
  1. Klinter : b. Sumarmi
  2. Kaliwungu : b. Sujiati
  3. Kandangan : b. Wiji

 

  1. DESA TARIK
  1. Tarik Lor : b. Sunarwulan
  2. Tempuran I : b. Rasiah
  3. Tempuran II : b. Kuntari
  4. Clangap : Khuswatun
  5. Munggon : b. Ida
  6. Tarik Kidul : b. Ida Sanan

 

  1. DESA MERGOBENER
  1. Kalibener : b. Rini Puji Lestari
  2. Mergayu : b. Yeni Sulistyowati

 

  1. DESA SINGOGALIH
  1. Juglang : b. Ninik Sugiarti
  2. Singopadu : b. Ponirah
  3. Kedunggalih : b. Wiwik
  4. Cepiples : b. Siti Masitoh

 

  1. DESA MERGOSARI
  1. Jati Sari I : b. Purwanti
  2. Jati Sari II : b. Ika
  3. Mergojog : b.Tria Sunarni

 

  1. DESA KENDALSEWU
  1. Kendal : b. Siti Hajar Illiun
  2. Gempol Sewu : b. Mira

 

  1. DESA KLANTING SARI
  1. Wonosari : b. Khusnul  Khotimah
  2. Kalnting : b. Reni
  3. Bokong Ngisor : b. Ayu
  4. Bokong Duwur : b. Kartini

 

  1. DESA KALIMATI
  1. Centong : b. Sumarlik
  2. Pandean : b. Tatik
  3. Balong Gayam : b.Babon
  4. Tengahan : b. Hendra
  5. Krajan : b. Suntik
  6. Grengseng : b. Erni

 

  1. DESA GEMPOL KLUTUK
  1. Gempol Gunting : b. Miftakhul Janah
  2. Gedang klutuk : b. Sunarsih

 

  1. DESA BANJARWUNGU
  1. Klinter : b. Sumarmi
  2. Klaiwungu : b. Sujiati
  3. Kandangan : b. Wiji

 

  1. DESA MLIRIPROWO
  1. Budug : b. Nur wakidah
  2. Pilang : b.Subinanti
  3. Mlaten : b. Giyanti
  4. Pajaran Utara : b. Lilik
  5. Pajaran Selatan : b. Rifa
  6. Jabon : b. Hartini

 

  1. DESA SEBANI
  1. Blere : b. Nyuliswati
  2. Sebani : b. Yuli
  3. Blijo : b. Sugiarti

 

  1. DESA KRAMAT TEMENGGUNG
  1. Kanigoro : b. Wiwik Utami
  2. Kramat : b. Wiwik Widjiawati
  3. Krajan : b. Retno Rahayu

 

  1. DESA GAMPINGROWO
  1. Medowo : b. Miftakhul J.
  2. Songgat : b. Suntri
  3. Kawur : b. Listyorini
  4. Gamping : b. Simedia indah

 

  1. DESA MINDUGADING
  1. Mindu : b. Utari
  2. Gading : b. Sari K

 

  1. DESA JANTI
  1. Janti : b. Satupah
  2. Balongan : b. Munjayanah

 

  1. DESA KEMUNING
  1. Tekik : b. Satun
  2. Umbut Legi : b. Sri Atnanik
  3. Suko : b. Irawati
  4. Kemuning : b. Sulistyo
  5. Buntut : b. Sarning

 

  1. DESA SEGODO BANCANG
  1. Segodo I : b. Hj. Herminingsih
  2. Segodo II : b. Yayuk
  3. Kutu : b. Umiyatin
  4. Pulutan : hj. Purwaningsih

 

  1. DESA KEDINDING
  1. Kedinding : b. Riris
  2. Bang Malang :b. Ririn

 

  1. DESA BALONG MACEK
  1. Balong Gabus : b. Siti Toyibah
  2. Macekan : b. Ikat

Slawe